Scalping Jumat 20 Februari 2026 MEDC, CUAN, BIPI

Daftar Isi

Jumat, 20 Februari 2026, dibuka dengan satu kata kunci: disiplin. Di tengah tekanan jual yang masih terasa di sejumlah saham konglomerat akibat aksi buang asing yang masif, strategi intraday menjadi senjata utama. Bukan untuk serakah, tetapi untuk presisi.


Tiga saham menjadi ladang eksekusi cepat hari ini. MEDC ditutup dengan keuntungan tipis namun bersih di kisaran 0,3 persen. Angka kecil di atas kertas, tetapi dalam pendekatan scalping, konsistensi lebih berharga daripada euforia. MEDC bergerak dalam rentang sempit, volatilitas terukur, dengan pantulan teknikal yang cukup jelas di area support intraday. Tidak ada ruang untuk berharap terlalu lama—ambil, kunci, keluar.


Berbeda dengan MEDC, CUAN memberi ruang napas lebih lebar. Profit 1,3 persen tercapai melalui momentum yang relatif lebih tegas. Likuiditasnya mendukung, antrian bid cukup tebal, dan tekanan jual dapat diserap pasar tanpa gejolak berarti. Dalam skema scalping, ini ideal: volatilitas cukup, tetapi tidak liar. Pergerakan cepat dengan volume yang sinkron adalah kombinasi yang jarang datang dua kali dalam satu sesi.

Sementara itu, BIPI memberikan 1,2 persen—cukup agresif untuk ukuran harian. Namun saham ini menuntut kewaspadaan ekstra. Karakter pergerakannya lebih spekulatif, sehingga disiplin cut loss ketat menjadi keharusan. Scalping bukan tentang keyakinan jangka panjang; ini soal membaca tape, mengukur psikologi pasar menit demi menit.

Di luar arena intraday, dua nama tetap disimpan untuk swing jangka menengah: Bank Mandiri (BMRI) dan Telkom Indonesia (TLKM). Keduanya adalah saham berfundamental kuat dengan likuiditas besar, tetapi tekanan asing belakangan ini membuat ritmenya tertahan. Massive foreign outflow pada saham-saham konglomerat menjadi alarm serius. Arus dana global sedang selektif, bahkan cenderung defensif terhadap emerging markets.

Inilah titik krusialnya. Saat asing membuang, harga bisa terkoreksi lebih dalam dari yang logis secara fundamental. Namun justru di situlah peluang swing terbentuk. BMRI yang mendekati area teknikal kuat berpotensi memantul ketika tekanan jual mereda. TLKM, dengan karakter defensifnya, sering kali menjadi tempat parkir dana saat volatilitas meningkat. Tetapi satu catatan penting: jangan melawan arus distribusi besar tanpa konfirmasi volume akumulasi.

Untuk scalping Senin nanti, pendekatan tajam diperlukan. Pertama, fokus pada pre-opening dan 30 menit awal perdagangan. Volume pembuka akan menentukan apakah pasar melanjutkan tekanan atau menciptakan relief rally. Kedua, hindari overtrade. Tiga eksekusi presisi lebih baik daripada tujuh transaksi emosional. Ketiga, waspadai false breakout—di tengah distribusi asing, pantulan cepat sering menjadi jebakan.

IHSG berada dalam fase sensitif. Sentimen global, pergerakan komoditas, serta arus dana asing menjadi penentu arah jangka pendek. Dalam kondisi seperti ini, trader intraday harus bersikap seperti pemburu: cepat, terukur, dan tanpa ragu keluar saat target tercapai.

Pasar tidak memberi penghargaan pada keyakinan, tetapi pada disiplin. Hari ini, strategi terbukti bukan soal mengejar besar, melainkan mengamankan yang pasti. Dan di tengah derasnya buangan asing, kehati-hatian bukan tanda takut—melainkan tanda bertahan untuk menang di fase berikutnya.

Posting Komentar