Ciri Kalimat Efektif dalam Bahasa Indonesia

Daftar Isi

Ciri kalimat efektif

Penguasaan bahasa tidak saja mencakup persoalan penguasaan kaidah atau pola sintaksis suatu bahasa, tetapi juga mencakup aspek lain yaitu penguasaan secara aktif sejumlah perendaharaan kata, kemampuan menemukan gaya yang paling cocok untuk menyampaikan gagasan, tingkat penalaran yang dimiliki.

Ciri kalimat Efektif


1. Ciri pertama kalimat efektif adalah keutuhan atau kesatuan gagasan.

Kesatuan gagasan yang dimaksud adalah sebuah kalimat itu harus gramatikal atau sesuai dengan struktur.

Bahkan, Arifin (1987 dan 1991) menyampaikan dengan rinci, misalnya subjek kalimat tidak didahului kata depan, predikat tidak didahului kata yang, dan kalimat tidak buntung.

2. Ciri kedua yang dikemukakan adalah perpautan atau koherensi atau kepaduan.

Yang dimaksud koherensi adalah hubungan yang logis di antara unsur-unsur di dalam kalimat. Sebuah kalimat dikatakan tidak efektif jika salah satu penggunaan kata depan atau kata penghubungnya rusak.

3. Ciri ketiga adalah pemusatan perhatian atau penekanan.

Pemusatan perhatian atau penekanan dilakukan oleh penulis atau pembicara jika mereka ingin menonjolkan gagasan atau idenya. Salah satu caranya adalah kata ingin ditonjolkan diletakan di awal kalimat.

4. Ciri keempat adalah kehematan atau keringkasan.

Kehematan atau keringkasan yang dimaksudkan adalah penggunaan kata yang tidak tepat. Misalnya, penggunaan kata dari dan daripada yang tidak sesuai dengan fungsinya dalam kalimat.

Ciri kalimat efektif lainnya yang banyak dikemukakan dalam buku acuan adalah kevariasian. Kevariasian ini diperlukan dalam kalimat efektif agar pembaca atau pendengar tidak bosan, karena monoton, ketika membaca atau mendengar suatu karangan.

Menurut mereka, yang menyertakan ciri itu, kalimat tidak harus berpola SPO atau kalimat harus berupa kalimat pernyataan. Walaupun ciri kevariasian dikemukakan dalam sebelas buku acuan, tampaknya bukan merupakan ciri yang wajib dalam kalimat efektif bahasa Indonesia.

Dapat disimpulkan bahwa suatu kalimat disebut kalimat efektif jika dapat dikenali cirinya, yaitu keutuhan, perpautan, pemusatan perhatian, dan keringkasan. Ciri keutuhan dapat terlihat jika tiap kata di dalam kalimat betul-betul merupakan bagian yang padu. Keutuhan kalimat, misalnya, akan rusak oleh ketiadaan subjek atau oleh adanya kerancuan.

Perpautan berkenaan dengan tata hubungan diantara unsur-unsur kalimat. Hubungan itu harus logis dan jelas bagi pembaca atau pendengar. Pemusatan perhatian dalam kalimat efektif dapat tercapai dengan penempatan bagian yang dipentingkan pada awal atau akhir kalimat.

Ciri keringkasan akan tampak jika ada penghemat dalam pemakaian kata sehingga kata-kata yang mubazir, yang merupakan pemborosan kata, disingkirkan.

Contoh Kalimat Efektif



  1. Para mahasiswa diharap mendaftarkan diri di sekretariat.
  2. Keputusan itu mengandung kebijaksanaan yang dapat menguntungkan umum.
  3. Pameran ini mengetengahkan karya pelukis-pelukis terkenal.
  4. Gedung bertingkat yang menjulang tinggi itu mengganggu lalu lintas penerbangan.
  5. Uang untuk pembeli obat dipakai kakak.
  6. Mahasiswa yang memimpin teman-temannya dipanggil oleh rektor.
  7. Kami semua bekerja keras, sedangkan dia hanya bersenang-senang.
  8. Proyek ini akan berhasil dengan baik jika semua anggota bekerja sesuai dengan petunjuk.


Posting Komentar