Skip to main content

PENYEBAB BELAJAR TIDAK EFEKTIF

BELAJAR TIDAK EFEKTIF

BloggerBlitar.COM - Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Atau juga suatu proses dimana individu tersebut menginginkan perubahan dari kurang baik menjadi baik.

Definisi belajar untuk menguasai mata pelajaran sekolah agar nilai ulangan membaik. Belajar memang harus diikuti praktek atau latihan. Bisa dengan guru bimbel, ataupun bersama kakak dan orang tua kamu.

Sedangkan pengertian belajar menurut para ahli, bisa disimpulkan adalah perubahan suatu individu menuju hal yang lebih baik.

Menurut M. Sobry Sutikno pengertian belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dalam hal ini, perubahan adalah sesuatu yang dilakukan secara sadar (disengaja) dan bertujuan untuk memperoleh suatu yang lebih baik dari sebelumnya.

Belajar bisa melalui pendidikan formal, non formal, dan informal. Secara umum fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan, membentuk watak, kepribadian, agar peserta didik menjadi pribadi yang bermartabat.untuk mengembangkan kemampuan, membentuk watak, kepribadian, agar peserta didik menjadi pribadi yang bermartabat.

Orang tua adalah ujung tombak terhadap kelancaran anak untuk bisa fokus dalam belajar. Sering kali dengan kesibukan orang tua dalam mencari nafkah, sehingga engga untuk memberikan bimbingan kepada anaknya agar mau belajar.

Banyaknya bimbingan belajar baik melalui media online ataupun offline, membuat orang tua millenial memasrahkan buah hatinya dibimbing oleh pihak kedua setelah sekolahan sebagai wadah pendidikan formal.

Peran orang tua, membimbingi buah hatinya akan mempunyai dampak positif. Anak menjadi percaya diri, dan tidak sungkan untuk bertanya. Dan tentunya akan menambah kedekatan antara anak dan orang tua. Hubungan inilah yang akan membangun emosi anak dan orang tua.

Jadi sudah memberikan materi apa nih pada anaknya?

Kemudian, apa sih yang menyebabkan proses belajar kamu menjadi tidak efektif? Ada tiga hal yang akan kita diskusikan di artikel ini.

Tujuan belajar tidak spesifik


Tidak ada target. Ya benar, ketika kamu tidak mempunyai target maka proses belajar kamu akan setengah-setengah, ya macam telor dadar lah, matang dipinggirnya tapi mentah ditengahnya. Eh telor mata sapi ding.

Jadi kamu harus tentukan target kamu. Misalnya, kamu harus menguasai aritmatika dalam satu bulan ini, sehingga nilai ujian tengah semester kamu mendapatkan nilai 9.

Kemudian, jika artitmatika sudah dikuasai, kamu akan menguasai mata pelajaran bahasa indonesia. Eits, bahasa indonesia itu gampang-gampang susah loh. Saya baru merasakannya sekarang, susah membuat tulisan yang bisa menarik pembaca.

Jadi, ketika kamu mempunyai target, sudah tentu belajar kamu tidak akan keluar jalurnya. Dan mungkin bisa bekerja sama dengan saudaramu ataupun orang tua kamu untuk memantau progress belajar kamu ini.

Seperti halnya, buka kegiatan bulan ramadhan. Iya kan, disitu kamu harus meminta tanda tangan ke ustad yang memberikan ceramah. Jadi dalam hal ini, aktifitas belajar kamu bisa terpantau.

Tanamkan mindset kalau kamu tidak ingin mendapatkan nilai jelek pada semua mata pelajaran.

Tidak punya timeline


Apa sih timeline itu? Timeline adalah serangkaian rencana kegiatan yang akan dilakukan, didalamnya berisikan item pekerjaan, pelaksana pekerjaan, dan person in charge.

Kamu harus tahu, pelajaran mana yang paling tidak kamu kuasai. Berikan waktu yang lama dalam proses belajarnya. Misalkan, dalam satu hari, belajar matematika dua jam diwaktu sore pukul 16.00 sampai dengan 18.00. Kemudian bahasa indonesia, kamu berikan waktu satu jam, misalnya setelah solat magrib pukul 19.00 sampai 20.00.

Selanjutnya kamu harus disiplin mengikuti timeline yang sudah dibuat tersebut. Lakukan evaluasi setiap minggunya.

Dengan membuat timeline, kamu sudah mengerjakan 35% progress kamu untuk meningkatkan kualitas nilai mata pelajaran kamu. Dengan begitu 65% nya adalah kedisiplinan kamu dalam mengikuti timeline tersebut.

Tidak konsisten


Berkembangnya dunia informasi dan teknologi, membuat manusia menjadi malas. Semua mengandalkan mesin pencari. Padahal belum tentu tulisan yang ada di blog/website bisa dijadikan acuan kamu untuk menyelesaikan tugas pelajaran sekolah.

Yang kamu butuhkan adalah konsisten. Konsisten mengikuti timeline yang sudah kamu buat diatas tadi. Kamu harus belajar mana yang urgensi dan mana yang sekiranya bisa di nomor-dua-kan.

Matikan smartphone kamu, salah satu inkonsistensi adalah dengan berselancar di jaringan internet, yang tentu akan membuang waktu kamu.

Siapkan sedikit camilan, agar otak kamu terjaga dengan gerakan mekanik yang dilakukan mulut kamu ketika mengunyah camilan.

Pasang foto figur yang kamu idolakan, agar semangat kamu tidak fluktuatif (naik-turun). Setidaknya figur idola kamu bisa memberikan efek positif didalam proses belajar kamu.

Kesimpulan


Berat yah? Ya memang berat sih, tapi akan berasa enak hasilnya ketika kamu sukses dalam menggapai impian kamu. Diluar sana, setiap individu berjuang dengan caranya masing-masing. Jadi, ketika kamu tidak memberikan progress belajar mu, maka kamu akan tertinggal jauh.

Canggihnya teknologi kamu manfaatkan untuk hal-hal yang positif. Berikan ruang pada otak kamu untuk berfikir, hidupmu harus berarti untuk semua orang.

Jangan lengah, setiap tikungan menanti kamu untuk disalip rekanmu dan tertinggal jauh dibelakang. Jika itu terjadi, perasaan malu akan menghantuimu.

Terimakasih sudah membaca artikel saya, jangan lupa untuk dishare di media sosial kamu yah? Semoga dengan artikel ini, banyak orang bisa memperbaiki kualitasnya masing-masing.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar