Skip to main content

Jangan cuma sedia payung sebelum hujan. Berikut adalah Tips saat banjir.

Tips Saat BANJIR
Image from PIXABAY.com


Awal tahun ini dibanyak tempat di daerah khusus ibukota Jakarta banyak yang terendam banjir.  Banjir terjadi menyusul hujan deras pada akhir tahun lalu yang intensitasnya termasuk tertinggi dalam  26 tahun terakhir. Meskipun menjadi Jakarta merupakan daerah langganan banjir, akan tetapi dalam bencana banjir kali ini beberapa daerah yang tidak pernah terkena banjir ikut terdampak.

Dikutip dari KOMPAS.TV Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebab banjir akibat adanya curah hujan ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (1/1/2020). Pengukuran curah hujan yang dilakukan oleh BMKG di tiga titik, curah hujan di DKI Jakarta pada pergantian tahun 2020 tercatat tinggi. Berdasarkan keterangan tertulis BMKG, hasil pemantauan tersebut yakni di Landasan Udara TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, curah hujan mencapai 377 milimeter (mm). Kemudian, dari hasil pengukuran di Taman Mini (Jakarta Pusat), curah hujan tercatat sebesar 335 mm. Sementara hasil pemantauan di Jatiasih, Bekasi, curah hujan tercatat sebesar 259 mm.

Persiapan

Daerah rawan banjir serta bencana lain memang mengharuskan penduduk yang bermukim di tempat itu untuk selalu waspada.  Di Jakarta beberapa daerah memang menjadi langganan banjir sehingga penduduk sudah merasa terbiasa dan menganggap hal tersebut lumrah adanya. Akan tetapi memang perlu persiapan dan kewaspadaan dalam menghadapi bencana khususnya banjir. Mengetahui informasi cuaca sangat perlu bagi penduduk kawasan langganan banjir. Apalagi jika daerah tersebut memang dilewati oleh sungai yang sewaktu-waktu bisa meluap. Informasi tinggi muka air sangat diperlukan agar warga bisa mengetahui perkiraan terjadinya banjir.  

Jalur evakuasi juga wajib disiapkan agar sewaktu terjadi bencana terutama banjir, warga sudah mengetahui tempat yang aman untuk mengungsi. Persiapan lain seperti tali,  perahu karet, jaket pelampung juga kadang dibutuhkan dalam evakuasi warga. Sementara persiapan perorangan atau keluarga yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan tas darurat yang berisi makanan,  minuman,  obat-obatan pribadi serta dokumen-dokumen penting. Tidak kalah pentingnya adalah persiapan penerangan. Seperti senter,  lilin, atau sumber energi lain karena biasanya ketika banjir, listrik akan dimatikan mencegah terjadinya konsleting dan hal yang tidak diinginkan lain. Tas darurat ini harus dalam bentuk yang mudah dibawa dan tentu saja lebih baik anti air agar menjaga barang yang ada didalamnya. 

Awas kesetrum

Ketika banjir datang, selain mengungsikan barang ketempat yang lebih tinggi, tidak kalah pentingnya adalah memutus aliran listrik dan gas. Tercatat beberapa korban banjir ternyata adalah korban tersengat aliran listrik yang masih aktif ketika air sudah menggenang. Saluran gas juga wajib untuk dicabut agar ketika ketinggian air semakin naik posisi tabung sudah aman sehingga potensi bahaya bisa diminimalisir.

Bagi penduduk yang memiliki hewan peliharaan atau ternak, sangat penting untuk mengevakuasi binatang peliharaan sebelum air semakin tinggi. Setidaknya hindari untuk merantai atau mengkadangkan hewan peliharaan. Kebanyakan korban hewan peliharaan tidak selamat karena terkurung dikandang atau terantai ketika air semakin naik. Perlu menjadi perhatian terutama bagi pemilik hewan peliharaan yang juga termasuk hewan buas. Jangan sampai hewan anda akhirnya terlepas dan bisa membahayakan baik bagi orang lain atau keselamatan hewan itu sendiri. Tercatat pernah terjadi buaya di penangkaran yang terlepas akibat banjir.

Mengungsi

Ketika banjir semakin meninggi memang tidak ada jalan lain kecuali mengungsi. Dalam melakukan evakuasi perlu diperhatikan daerah yang rawan dalam artian selokan atau aliran air yang deras.  Karena ketika tertutup air banjir, selokan dan saluran air lain tidak akan terlihat. Ikuti panduan dari petugas yang berwenang dalam evakuasi dan mengikut jalur yang ditentukan. Berhati-hati ketika melewati tiang dan jalur listrik terutama jika aliran listrik masih belum dimatikan.

Informasi akan sanak saudara dan keluarga sangat dibutuhkan dalam kondisi bencana. Apakah berhasil selamat mengungsi atau masih terjebak di rumah. Oleh karena itu jika sudah mencapai tempat aman dan kering sangat perlu untuk menginformasikan kepada keluarga akan keberadaan anda. Disisi lain juga agar bisa mengetahui kondisi keluarga yang lain.

Pasca banjir

Informasi jelas mengenai surutnya banjir juga sangat perlu. Jangan sampai terjadi evakuasi yang berulang akibat kembali kerumah masing-masing ketika banjir belum benar-benar surut. Akan menjadi hal yang berbahaya dan sia-sia ketika kembali dari pengungsian dan beberapa saat kemudian terjadi banjir susulan. Oleh karena itu koordinasi kepada pihak berwenang sangat diperlukan.

Setelah air surut maka akan meninggalkan lumpur dan sampah. Perlu alat dan bahan-bahan disinfektan untuk membersihkan rumah. Penyakit pasca banjir juga perlu diwaspadai oleh korban banjir seperti leptospirosis dan penyakit kulit.  Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kotoran tikus.  Oleh karena itu lebih baik menggunakan pelindung kaki dan tangan serta disinfektan untuk membersihkan rumah setelah banjir.

Mencegah

Bencana banjir sebenarnya salah satu bencana yang bisa dicegah. Meskipun faktor cuaca sangat menentukan curah hujan yang pada gilirannya menjadi penyebab banjir, akan tetapi pencegahan dan persiapan infrastruktur juga bisa mencegah,  minimal mengurangi durasi banjir. Jika saluran air lancar maka setelah hujan yang deraspun tidak akan terjadi banjir. Saluran air yang lancar juga memerlukan kontribusi dari banyak pihak. Selain infrastruktur yang memadai, kesadaran untuk tidak membuang sampah disaluran air merupakan hal yang penting.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar