Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Motivasi : Telaga Air Garam Pengukur Kesedihan Hati

Kisah Motivasi Ilmu Dunia


Apakah anda pernah merasa sangat sedih dan kecewa dalam hidup. Merasa amat teramat terpuruk dan tidak ada yang lain terfikirkan kecuali 'Mati". Tidak semua orang dapat keluar dari masalahnya sendiri. Oleh karena hal itulah manusia itu saling membutuhkan.

Simaklah cerita berikut, untuk menambah motivasi anda ketika mendapatkan masalah yang berat dan motivasi lain di Ilmu Dunia.

Telaga Air Garam


Pada suatu hari ada seorang perempuan yang sedang patah hati. Dia merasakan kekecewaan yang amat sangat dalam dan ingin bunuh diri. Namun sebelum si perempuan tersebut melakukan aksinya, ada seorang kakek tua yang melihatnya. Karena melihat perempuan itu sedang dalam masalah. Si kakek tua itu datang menghampirinya.

Si kakek tua itu berusaha bertanya dan mengalihkan perhatian si perempuan itu kepada dirinya. Namun kakek tua itu cukup kesulitan karena si perempuan itu tidak mau berbicara. Setelah sedikit berusaha lebih keras. Akhirnya si perempuan tersebut mau bercerita kepada si kakek tua tersebut.

'Saya sedang meras kecewa kek, saya amat merasa kecewa dan saya minta kakek jangan mengganggu saya', jawan si perempuan tersebut. Mendengar penjelasan tersebut si kakek tua tersebut berusaha membujuk si perempuan itu untuk mau pergi dengannya. Pada awalnya si perempuan tersebut tidak mau ikut dan merasa sangat terganggu dengan kehadiran si kakek tua. Namun karena kelihaian si kakek akhirnya si perempuan itu mau pergi dengan si kakek tersebut.

'Mau kemana kakek bawa saya?' tanya si perempuan. Mendengar pertanyaan si perempuan tersebut si kakekpun menjawab. 'Ada hal yang harus aku tunjukan kepadamu anak muda, oleh sebab itu jangan sia-sia kan dulu hidupmu sebelum melihat hal ini ' jawab si kakek. Mendengar hal itu perempuan tersebut hanya diam tanpa kata.

Akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju si kakek. Perempuan itu lalu keheranan, kenapa kakek tersebut mengajaknya ke sebuah warung. Sesampai di sana si kakek lansung masuk kedalam warung dan keluar membawa satu kantong garam dan satu gelas minum. Setelah itu si kakek kembali mengajak si perempuan pergi. Perempuan itu merasa kebingungan dengan apa yang di lakukan si kakek.

Pada akhirnya sampailah mereka di sebuah telaga. 'Kita mau apa di sini kek?' tanya si perempuan. 'Anak muda, bisakah kamu mengambilkan saya satu gelas air telaga tersebut' minta si kakek sembari memberikan gelas kepada si perempuan. Dengan rasa keheranan si perempuan tersebut mengambilkan air telaga tersebut dengan gelas yang di berikan si kakek. 'Ini kek' kata si perempuan. 'Sekarang kamu ambil satu genggam garam itu, lalu masukan kedala gelas tersebut dan aduklah. Jika sedah silahkan kamu minum air tersebut dan bagaimana rasanya?'

Mendengar perkataan si kakek perempuan itu hanya melakukan tanpa bertanya. 'Rasanya asin kek' jawab si perempuan. 'Sekarang silahkan kamu ambil segenggam garam lagi, lalu kamu taburkan kedalam telaga ini. Setelah kamu melakukannya, ambil satu gelas air telaga tersebut dan minum. Bagaimana rasannya?' Perempuan itu mengambil air telaga tersebut dan meminumnya. 'Rasanya tawar kek' kata si perempuan. 'Jika begitu silahkan kamu ambil satu genggam garam lagi dan taburkan ke telaga itu kembali. Setelah itu ambil airnnya lagi dan minum, bagaimana rasanya?' Dengan perasaan sedikit bertanya si perempuan melakukan permiantaan si kakek dan kembali meminumnnya. 'Rasanya tawar kek, kalau saya boleh bertanya kenapa kakek meminta saya untuk meminum air telaga ini? tanya si perempuan.

'Anak muda, jika kakek boleh mengibaratkan garam ini adalah masalah yang kamu hadapi maka masalahmu tidak akan terasa berat jika kamu bisa menaburkannya ke tempat yang benar. Masalah yang kamu hadapai sekarang ini tidaklah beratt. Namun hanya kamulah yang menaburkannya ke wadah yang salah. Ibarat satu genggam garam yang di taburkan ke segelas air, tentulah rasa airnya jadi asim. Namun akan beda hasilnya jika garam tersebut kamu taburkan ke dalam telaga. Rasa airnya tidak akan berubah dan garam tersebut akan larut dan habis. Oleh sebab itu anak muda, jika kamu mempunyai masalah ceritakanlah kepada orang yang kamu percaya agar masalah kamu tersebut tidak kamu larutkan sendiri.

Pesan Moral Cerita


Dari cerita di atas dapat kita ambil sebuah kesimpulan bahwasanya semua masalah itu akan tersa ringan jika tidak di tanggung sendiri. Seperti yang kita ketahui bahwasanya manusia itu adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Oleh sebab itulah kita saling membutuhkan.

Seperti cerita di atas, air yang digambarkan oleh seorang kakek itu ibarakan orang lain dalam hidup kita. Air itulah yang bersifat sebagai penyejuk dan pelarut masalah kita. Jika memiliki banyak teman maka kita juga memiliki banyak wadah air atau bisa di samakan dengan telaga tersebut. Sehingga sebesar apapun masalahnya dapat di selesaiakan dan di larutkan tanpa ada perubahan rasa. Oleh sebab itu jangan sia-siakan orang terdekatmu hanya karena suatu hal yang tidak kamu suka dan keegoisan mu

Faizal Amri
Faizal Amri Saya belajar menulis untuk menuangkan kegelisahanku, pahit dan manis yang sedang dijalani saat ini. Editing video saat ini yang sedang saya pelajari.

Post a Comment for "Kisah Motivasi : Telaga Air Garam Pengukur Kesedihan Hati"

Berlangganan via Email