Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bahaya Infeksi Saluran Kemih Bila Tidak Diobati Sampai Tuntas


Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Image by qimono - Pixabay

Bahaya penyakit infeksi saluran kemih atau saluran kencing (ISK) dapat mengenai siapa saja. Bahaya ini lebih berisiko pada kaum wanita, terutama ibu yang sedang hamil. Hal ini dikarenakan bentuk anatomis saluran kemih wanita yang lebih pendek dari pada kaum lelaki.

Pada penyakit dengan derajat yang ringan, infeksi saluran kemih akan menunjukkan gejala berupa nyeri saat proses berkemih, muncul perasaan anyang-anyangan, hingga keluarnya darah atau bercampur dengan urin.

Pada kasus yang berat, penyakit akan menyebar dan memberikan dampak kesehatan kepada organ-organ lain di dalam tubuh. Apalagi bila kasus berat terjadi karena pembiaran atau tidak mengikuti pengobatan hingga tuntas. Berikut ini beberapa bahaya dan komplikasi yang dapat terjadi bila pengobatan penyakit ISK tidak dilakukan sampai selesai.

1. Infeksi Ginjal

Penyakit ISK yang paling banyak adalah infeksi pada saluran uretra dan kandung kemih. Pada tahap ini gejala tidak terlalu memberikan dampak kesehatan pada kehidupan. Namun, bila dianggap sepele maka kuman dapat naik ke bagian atas kandung kemih menuju ginjal.

Bila ginjal telah terinfeksi maka fungsi ginjal dapat terganggu. Kemampuan ginjal dalam produksi urin, mengontrol tekanan darah, membentuk sel darah merah, dan sebagainya akan mengalami gangguan yang menujurus pada kerusakan sel-sel ginjal yang bersifat sementara dan sedikit.

Semakin buruknya kualitas pengobatan maka jumlah sel yang rusak akan semakin banyak yang berujung terjadinya penaykit gagal ginjal kronis. Dalam tahapan ini maka pasien akan mengalami penyakit hipertensi sekunder (hipertensi akibat penyakit), penyakit anemia (akibat kurangnya eritropoetin – bahan pembentuk hemoglobin yang diproduksi oleh sel-sel ginjal, tungkai membengkak (karena kemampuan ginjal memproduksi urin berkurang), dan lain sebagainya.

Bakteri E. coli yang merupakan agen penyebab penyakit ISK yang jumlahnya telah banyak di ginjal juga akan dengan mudah memasuki darah di tempat penyaringannya. Oleh karena itu, tidak jarang seseorang jatuh ke dalam fase koma atau tidak sadar dikarenakan penyakit septikemia dan sepsis (bakteri telah menyebar ke dalam darah).

2. Sepsis

Tubuh yang terinfeksi akan memberikan perlawanan guna memproteksi organ-organ lainnya. Bila tubuh bereaksi berlebihan maka inilah kondisi sepsis yang disebutkan di atas.

Kondisi sepsis bisa mencetuskan peradangn yang berskala luas sehingga juga mempengaruhi organ-organ tubuh lainnya. Oleh karena sifat perlawanan yang berlebihan maka antibodi yang dibentuk pun berlebihan jumlahnya. Jumlahnya yang tinggi di dalam darah akan menimbulkan keracunan. Gejala keracunan mulai dari demam, percepatan detak jantung, sesak nafas, penurunan tekanan darah, hingga tidak sadarkan diri.

3. Gangguan Kehamilan

Penyakit ISK ini cukup sering dialami oleh ibu yang sedang hamil. Keberadaan janin di dalam perut kerap mendorong kandung kemih. Belum lagi terjadi kelemahan otot bagian panggul karena faktor kelelahan pada bumil. Oleh karena itu, wanita hamil sering mengalami bocornya urin sehingga mengurangi kondisi higienitas pada saluran kencing.

Selain itu, juga terjadi perubahan secara fisikal dari tubuh bumil akibat pengaruh hormone selama kehamilan. Anatomi saluran kemih menjadi lebih besar dri biasanya. Hal ini menyebabkan retensi urin yang lebih lama di saluran uretra dan kandung kemih. Semakin lama urin tertahan maka semakin subur pula tempat retensi tersebut terhadap bakteri.

Higienitas yang buruk merupakan faktor yang mempermudah perkembangbiakan bakteri. Bila wanita hamil yang sedang mengalami ISK tidak mendapatkan pengobatan yang sesuai maka komplikasi gangguan kehamilan berkemungkinan terjadi.

Gangguan kehamilan berupa gangguan pertumbuhan janin di dalam rahim. Janin akan menghadapi risiko gagal tumbuh (gangguan pertumbuhan fisik akibat infeksi) yang menjurus kepada bayi prematur hingga kematian janin di dalam rahim atau kematian bayi baru lahir.

Oleh karena itu, disarankan untuk tidak menganggap remeh perihal penyaki ISK ini, terutama bagi kaum perempuan dan/ atau sedang dalam masa kehamilan. Direkomendasikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter perihal penyakit ISK yang dialami. Jangan membeli obat sembarangan di apotik.

Beberapa hal dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit ISK ini, antara lain:

  1. Jaga kebersihan saluran kemih, salah satunya dengan cara menghindari cebok ke arah depan.
  2. Perbanyak minum air putih untu selalu menjaga drainase yang bersih pada saluran kencing.
  3. Kurangi konsumsi minuman yang berlakohol atau mengandung kopi yang disinyalir dapat menyebabkan iritasi pada lapisan saluran kencing. Permukaan lapisan yang teriritasi akan lebih mudah menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri.
Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat.
Faizal Amri
Faizal Amri Saya belajar menulis untuk menuangkan kegelisahanku, pahit dan manis yang sedang dijalani saat ini. Editing video saat ini yang sedang saya pelajari.

Post a Comment for "Bahaya Infeksi Saluran Kemih Bila Tidak Diobati Sampai Tuntas"

Berlangganan via Email