Skip to main content

5 Jenis tantangan umum dalam memulai bisnis startup tahun 2020

5 jenis tantangan startup

BloggerBlitar.COM - Tantangan dalam startup yang akan dihadapi oleh pengembang startup pada tahun 2020 akan semakin berat. Banyak generasi Milenial yang mulai menggarap sektor ekonomi berbasis teknologi. Berdasarkan journal online yang menyebutkan pertumbuhan grafik jual-beli online yang naik hampir 200% menunjukan masyarakat kita sudah melek akan teknologi.

Dengan begitu, hal ini juga bisa dijadikan peluang. Peluang meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Peluang biasanya berbanding lurus dengan tantangan yang akan dihadapi. Apa saja sih sebenarnya tantangan - tantangan tersebut dalam startup?

Tantangan bisnis Startup


Artikel kali ini akan membahas 5 jenis tantangan umum dalam memulai bisnis startup, mari kita simak apa saja tantangan tersebut.

1. Salah menargetkan pasar

Setiap bisnis pasti mempunyai produk. Kalau yang saya amati selama jadi pembeli barang, produk itu akan terbagi menjadi tiga. Yakni, produk dengan kualitas Grade A, Grade AA, dan Grade Premium. Dengan kita memiliki sub-produk tersebut, harapannya pebisnis sudah memiliki target market penjualan masing-masing produk tersebut.

Misalnya adalah, anda akan memulai bisnis menjual jasa provider hosting dan webmaster. Tentu target anda mempunyai type yang berbeda - beda, sehingga anda tidak boros dalam menghabiskan modal untuk campaign bisnis anda tersebut. Untuk paket profesional tentu anda akan menyasar pebisnis pemula, atau perusahaan yang setidaknya sudah mempunyai keuangan yang bagus.

Jadi dalam menentukan target pasar, anda juga akan bersamaan dalam menentukan produk utama yang akan anda jual. Sehingga keduanya akan berjalan seimbang.

2. Memiliki model bisnis yang buruk

Sebaiknya sebelum merintis bisnis yang akan anda jalankan nantinya, ada baiknya anda menyewa jasa konsultan untuk menganalisa dari segi SWOT (Strength, Weakness, Oppotunities, and Treath). Sehingga anda tidak akan sia-sia dalam mengeluarkan modal. Modal anda akan terbuang dengan tepat sasaran.

Dengan anda memiliki skema plan bisnis yang baik, harapannya bisnis yang anda bangun kemudian bisa menumbuhkan hasilnya yang baik buat anda. Jangan tergesa-gesa dalam menjalankan bisnis yang baru anda bangun, setiap langkah anda hitung secara effisien agar anda tidak jatuh ditengah jalan.

3. Jumlah pekerjaan tidak sebanding dengan tenaga kerja

MPP atau Man Power Plan merupakan langkah strategi anda dalam menentukan siapa yang akan menjadi PIC (Person in Charge) ketika bisnis anda mulai running. Setiap bisnis harus mempunyai MPP, dan anda selaku pemilik bisnis harus memahami betul apa itu MPP.

Misalkan, anda akan membuka bisnis penjualan buku online. Anda pasti akan membutuhkan CS (Customer Service), jadi anda sudah bisa memperkirakan, sebaiknya anda membutuhkan berapa orang untuk menghandle pekerjaan CS ini. Kemudian diikuti posisi-posisi lainnya di hierarki bisnis anda tersebut.

4. Kekurangan dana membuat operasional mandek

Dana atau modal adalah suatu hal yang sangat mutlak menjadi perhatian utama seorang pebisnis. Anda harus mempunyai strategi yang jeli untuk mengatur semua budget yang akan anda keluarkan nantinya. Dengan begitu tidak ada dana yang terbuang sia-sia dalam bisnis anda.

Anda juga bisa melakukan Joint Venture dengan rekan-rekan anda, tentu anda harus mempresentasikan masterplan bisnis anda itu. Harapannya rekan-rekan anda berminta untuk memberikan modal untuk membangun bersama bisnis anda tersebut. Kemudian langkah selanjutnya adalah tetap mencari partner untuk bisa membangun lebih besar bisnis anda tersebut.

5.  Mudah berpindah haluan

Rasa tidak sabar karena tak kunjung menghasilkan bisnis anda yang baru digeluti, kemudian anda kalah dan berpindah haluan menjalani bisnis yang lainnya. Menurut saya ini adalah kesalahan besar, karena anda akan membuang-buang waktu dan pikiran. Karena setiap bisnis itu memerlukan waktu dan pikiran yang banyak, jika anda tidak sabar dan selalu berpindah haluan akan dipastikan bisnis selanjutnya tidak akan jauh berbeda dari sebelumnya.

Lakukan proses PICA (Problem Identification, and Corrective Action) pada setiap masalah yang anda jumpai di bisnis anda. Meetingkan dengan seluruh pemegang saham dan pekerja yang menurut anda bisa dipercaya untuk menjalankan roda bisnis anda itu. Kemudian langkah terakhir kerjakan dengan penuh semangat.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar