Skip to main content

7 Alasan Resign yang sering ditemui oleh HR

7 Alasan Resign

7 Alasan Resign yang sering ditemui oleh HR menurut hasil poling menunjukan kewajaran dalam sebuah industri. Penulis sendiri sering timbul keinginan untuk resign, dan pasti kamu juga iya kan? Tenang saja, ini adalah hal yang sangat alami. Manusia mempunyai chemistry yang setiap harinya selalu berubah-ubah, jadi hal seperti ini sangatlah wajar saja.

Rasa tidak puas, atau sering merasa tidak bersyukur juga menjadi penyebab kita memikirkan kata RESIGN. Pengertian resign sendiri adalah menyatakan secara resmi untuk tidak menjadi bagian dari suatu lembaga atau perusahaan. Dengan demikian secara hukum sudah tidak mempunyai hak dan kewajiban disuatu instansi tersebut.

Diluar sana, banyak sekali yang mempunyai niatan untuk berhenti dari pekerjaannya, dengan berbagai macam alasan. Kali ini kita akan membahas 7 alasan resign yang sering ditemui oleh HR. Mungkin jika kamu membaca tulisan ini dan ingin resign, ya resignlah dengan cara yang terhormat yah gaes. Jangan membuat nilai kamu menjadi negatif.

1. Lingkungan tidak mendukung


Pernahkan kamu bekerja jauh dari keluarga, misalnya kamu asli Kalimantan, namun mencari rezeki di Jawa? Atau mungkin bisa sebaliknya? Pasti ada kan?

Lingkungan dalam hal ini bisa dua kemungkinan, yakni adalah lingkungan kamu bekerja dan lingkungan tempat kamu tinggal sekitaran pekerja lainnya. Dua hal ini tentu saja bisa menyebabkan mood kamu berubah-ubah suatu saat. Misalnya lingkungan pekerjaan ditempat kamu bekerja tidak safety yang mana bisa menyebabkan kamu celaka, atau penuh polutan sehingga kamu harus menanggu resiko terkena penyakit.

Kemudian lingkungan tempat kamu tinggal, misalnya kamu kontrak rumah, ataupun kos. Disitu kamu tidak menemukan kenyamanan dalam beristirahat dikarenakan banyak anak-anak yang tongkrongan sampai malam, atau daerah yang terlalu bising sehingga menyebabkan kamu tidak bisa beristirahat. Ya bisa jadi kedua lingkungan ini yang mempengaruhi kamu untuk resign.

2. Tidak ada jenjang karir


Sepanjang pengalaman saya bekerja didua Perusahaan, masing-masing perusahaan menawarkan jenjang karir yang berbeda-beda. Mulai dari naik golongan sampai batas tertentu, dan kemudian melalui hierarki manajemen perusahaan akan dinilai siapa yang terbaik dan berhak menempati posisi next level tentunya.

Jadi jika saya simpulkan selama 10 tahun bekerja, karir itu mengikuti apa yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh setiap chalange yang diberikan oleh manajemen. Sejauh mana kita bisa menyelesaikan chalange tersebut. Jadi jika dirasakan kamu tidak bisa menyelesaikan chalange dari perusahaan maka jangan berharap kamu akan duduk di level yang lebih tinggi tentunya.

3. Atasan yang tidak menghargai


Anda pasti setuju dengan kalimat ini, ada aksi ada reaksi. Atasan juga manusia, pada umumnya semua perusahaan mempunyai parameter atau kita sebut KPI (Key Performance Indicator) adalah suatu alat bantu untuk top level manajemen dalam menilai karyawannya. Sama seperti point no. 2, ketika performance kita dalam bekerja menunjukan hasil yang bagus tentu atasan akan mempertimbangkan kamu untuk "naik kelas".

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga, atasan akan bersifat perfeksionis demi target atasan sendiri juga terpenuhi. Sehingga akan menimbulkan gesekan-gesekan yang mengarah ke personal bisa saja terjadi. Ingat, dari hasil penelitian. Orang yang emosi akan lebih tidak terkontrol dalam mengendalikan emosinya. Bisa jadi disuatu meeting, atasan tidak sengaja mengeluarkan kata-kata yang terlalu personal sehingga membuat kamu sakit hati.

4. Gaji yang terlalu kecil tapi pekerjaan banyak


Ini saya kasih tips ya gaes, perusahaan itu sangat suka dengan karyawan yang tingkat loyalitasnya itu diatas rata-rata karyawan lainnya. Jadi ketika kamu diberikan tugas yang begitu banyak dan hanya kamu terus yang diberikan tugas itu, saya ucapkan selamat. Artinya perusahaan memberikan kepercayaannya kepada kamu dengan beban tugas yang luar biasa. Bagaimana kamu mengatur to-do-list agar bisa menyelesaikan semua tugas-tugas tersebut.

Manajemen perusahaan melalui sistem dan direct langsung dengan atasan kamu adalah jalan yang baik ketika perusahaan sudah mempercayakan tanggung jawab itu ke kamu. Jadi disini kamu harus menghilangkan mindset negatif kamu, percayakan dengan instruksi dan selesaikan dengan penuh tanggung jawab tugas yang sudah diberikan itu.

5. Dapat kesempatan yang jauh lebih baik


Kalau ini sih lebih ke personl masing-masing yah gaes. Kesempatan itu tidak datang dua kali, sedangkan waktu itu akan hilang dengan sendirinya. Jika kamu mendapatkan kesempatan yang lebih baik ditempat kamu sekarang ini, kenapa tidak kamu selesaikan saja. Asalkan kamu sudah mengkalkulasikan semuanya dengan cermat. Dari mulai take-home-pay dan kesejahteraan dari tempat lama kamu. Sehingga pada akhirnya kamu tidak akan merasa kecewa. Dan jika sudah tentukan pilihan kamu, tutup rapat-rapat telingamu dan jalani di jalan yang sudah kamu pilih berikutnya itu.

6. Pekerjaan kurang challenging


Saya sebetulnya belum pernah bekerja yang mana posisi saya kurang challenging, karena setiap pekerjaan saya rasa mempunyai tantangannya masing-masing. Dan saya yakin setiap tugas dan tantangan pasti berbeda-beda ditiap levelnya. Maka dari itu menurut saya kurang tepat jika kita mengajukan resign jika pekerjaan kita kurang challenging. Perusahaan akan merugi gaes membayar kamu tanpa tantangan. Tujuan perusahaan merekrut kamu tentu dengan tujuan agar kamu menyelesaikan masalah-masalah yang ada diperusahaan tersebut, atau memang kamunya aja yang malas kali yah?

7. Culture perusahaan yang tidak sesuai


Seharusnya, sebelum kamu memutuskan untuk bergabung disuatu perusahaan tertentu. Kamu harus mengetahui profil companynya terlebih dahulu. Sudah banyak materi ini yang ditulis oleh kawan-kawan praktisi HR tentunya. Ibarat kata yah gaes, seperti membeli kucing dalam karung hehe. Jadi ya kamu harus mendalami terlebih dahulu perusahaan yang kamu lamar itu, sehingga dalam beberapa tahun kedepan misalanya kamu tidak mengalami stuck. Tips dari saya sih, ketika kita memutuskan untuk bekerja diperusahaan tersebut ya kita jalani dengan profesional, semua perusahaan tentu mempunyai visi misi yang berbeda begitu pula dengan culturenya.

Jadi kamu memutuskan untuk resign dengan alasan yang seperti apa? Silahkan kirim komentar mu yah dikolom komentar.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar